Bahasa Indonesia
8.0 dari 10Mampu memahami instruksi dalam Bahasa Indonesia, meskipun dokumentasi dan pengalaman terbaik masih menggunakan Bahasa Inggris.
AI Software Engineer yang membantu merancang, menulis, menguji, dan memperbaiki kode untuk mendukung proses pengembangan perangkat lunak.
Skor dihitung dari lima indikator internal PilihAI dengan bobot yang sama. Setiap indikator menggunakan skala 1–10.
Mampu memahami instruksi dalam Bahasa Indonesia, meskipun dokumentasi dan pengalaman terbaik masih menggunakan Bahasa Inggris.
Antarmuka dirancang untuk membantu pengembangan perangkat lunak, namun pengguna tetap memerlukan pemahaman dasar mengenai proses pengembangan aplikasi.
Saat ini Devin AI berfokus pada layanan berbayar sehingga tidak menyediakan paket gratis penuh.
Sangat bermanfaat bagi programmer, mahasiswa, dan tim pengembang di Indonesia yang ingin meningkatkan produktivitas pengembangan perangkat lunak.
Membantu merancang, menulis, menguji, dan memperbaiki kode sehingga mempercepat proses pengembangan aplikasi.
Skor Kurator adalah evaluasi editorial internal PilihAI. Skor ini bukan rating resmi dari Devin AI dan bukan hasil penelitian ilmiah.
Devin AI mengklaim diri sebagai “AI Software Engineer”, bukan sekadar coding assistant — bedanya cukup signifikan dibanding Cursor atau GitHub Copilot yang menyarankan kode di editor. Devin dirancang untuk mengambil tugas yang lebih besar (misalnya “buatkan fitur baru sesuai spesifikasi ini”) dan mengerjakannya secara lebih mandiri: merencanakan langkah, menulis kode di beberapa file, menguji, sampai memperbaiki error yang muncul sendiri.
Skor fitur gratisnya paling rendah di antara tool coding lain di daftar PilihAI (2/10) — tidak ada versi coba-coba santai, karena memang diposisikan sebagai investasi serius buat tim atau developer yang mau mendelegasikan tugas pengembangan yang lebih kompleks, bukan sekadar bantuan baris kode.
Mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan proyek software berskala lebih besar, atau tim kecil yang kekurangan tenaga developer, bisa memanfaatkan pendekatan yang lebih otonom ini untuk tugas yang biasanya makan waktu lama kalau dikerjakan manual satu-satu.
Yang tetap krusial: hasil kerja Devin tetap perlu direview manusia sebelum di-deploy ke produksi — otonomi yang lebih besar berarti potensi kesalahan yang tidak terdeteksi juga lebih besar kalau tidak ada proses validasi ketat, terutama untuk aspek keamanan dan logika bisnis yang kompleks.
Ringkasan kelebihan, keterbatasan, dan konteks penggunaan berdasarkan evaluasi editorial PilihAI.